• AGEN BOLA DAN SABUNG AYAM ONLINE

  • SUPPORT PALING OKE
  • PIN Blackberry Messenger PIN BBM: D3D535F9
  • ID Wechat ID Line WECHAT & LINE OKE303
  • Yahoo ID Messenger YM CS.OKE303
  • WhatsApp dan SMS WHATSAPP +85511811753
  • PIN Blackberry Messenger PIN BBM: D3D535F9
  • ID Wechat ID Line WECHAT & LINE OKE303
  • Yahoo ID Messenger YM CS.OKE303
  • WhatsApp dan SMS WHATSAPP +85511811753

Prabowo Subianto: Kudeta Militer di Indonesia Tidak Pernah Berhasil

Published 30/11/2016 Tags: , , , , , , , , ,

Kudeta Militer di Indonesia Tidak Pernah Berhasil

Kudeta Militer di Indonesia

Kudeta bisa-bisa saja dilakukan tapi setiap usaha yang tidak sesuai dengan konstitusi akan mengandung risiko sangat besar.

“Tapi sesudah (merebut kekuasaan) itu bagaimana? Mau memimpin dan memerintah tanpa legitimasi?” kata Prabowo.

Kepada mantan komandan jenderal Kopassus itu ditanya soal keterlibatan tentara dalam kudeta Menyusul kunjungan Presiden Joko Widodo ke markas-markas komando tentara bulan ini.

Menurutnya, kudeta terhadap pemerintah ada bermacam-macam, mulai dari kudeta keuangan, kudeta konstitusional dan kudeta militer.

“Kudeta artinya pengambilalihan kekuasaan di luar norma, di luar kebiasaan,” kata Prabowo.

Dia menjelaskan, kadang-kadang ada pihak yang merasa, makar bisa menjadi jalan penyelamatan karena menilai suatu keadaan di mana pemerintahnya membuat kesalahan-kesalahan dan blunder-blunder.

“Tapi sejarah juga mengajarkan, kudeta sering menimbulkan kudeta, kudeta, kudeta lagi. Jadi kalau negara sudah punya sejarah kudeta, risikonya besar dan khusus di Indonesia, kudeta militer tidak pernah berhasil,” kata Prabowo.

Dia mengingatkan, suatu bangsa sudah yang biasa menurunkan pemimpin yang dipilih secara elektoral dan konsititusional, maka akan menjadi kebiasaan dan berujung pada budaya politik yang tidak baik.

Wawancara Prabowo dengan Kompas TV berlangsung beberapa jam setelah Kapolri, Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI di kantor MUI untuk merumuskan aksi 2 Desember mendatang.

Dalam acara itu diputuskan, aksi 2 Desember boleh tetap berlangsung dengan beberapa syarat, antara lain hanya dilakukan di pelataran Monas.

Dua pekan sebelumnya, Tito menuding ada kelompok-kelompok yang akan melakukan makar. Karena itu polisi akan membubarkan aksi demo 2 Desember.

Menjawab pertanyaan soal makar yang dilontarkan kapolri, Prabowo menjelaskan, sebagai orang yang berada di luar pemerintah, dirinya  tidak punya kemampuan untuk mendeteksi atau mendapat bukti-bukti.

“Kalau pihak berwajib menyatakan ada upaya ke arah situ (makar), kita perlu waspada. Hanya saya kira, setiap usaha untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konstitusi, itu mengandung risiko yang sangat besar,” katanya.

Rakyat tidak bodoh

Kudeta Militer di Indonesia

Prabowo menjelaskan, ujung kekuasaan adalah harus memiliki legitimasi dan diterima oleh rakyat. Masalahnya, elite politik kadang-kadang terlalu seenaknya, dan asyik dengan intrik-intrik sendiri sehingga membuat rakyat dongkol dan tertekan.

“Budaya bohong. Budaya tipu. Semua bisa ditipu. Rakyat pun mau ditipu. Tapi ternyata, rakyat tidak bodoh. Apalagi sekarang. Rakyat punya handphone, internet di mana-mana. Janganlah anggap rakyat kecil itu bodoh,” katanya.

Sebelum menjawab soal makar, Prabowo ditanya tentang suasana genting yang terjadi belakangan ini.

Menurutnya, semua sudah mengetahui ada keadaan khusus di Ibukota, di mana gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama yang lebih dikenal sebagai Ahok,  telah melakukan sesuatu yang dirasakan oleh banyak kalangan terutama umat Islam dan kalangan rayat bawah sebagai suatu penistaan agama.

“Ini yang membuat kita tegang. Kalau kita obyektif sebelumnya pun, mungkin gaya beliau (Ahok) bicara, sikap-sikap beliau dianggap banyak menyakiti hati banyak kalangan. Ini yang membuat suasana semakin panas. Apalagi masalah agama di negara kita sangat sensitif,” katanya.

Di bagian lain jawabannya untuk pertanyaan yang lain, dengan menyitir penjelasan bekas PM Malaysia, Mahathir Mohamad, Prabowo menjelaskan bahwa sifat bangsa (Melayu) mirip kepiting.

“Kepiting kalau ada teman bisa naik. Hampir 90 derajat bisa naik. Tapi kalau ada suatu kolam, temannya sudah mau lolos, keluar, temannya sendiri yang menurunkan. Memang sifat kita suka menjegal teman sendiri,” katanya.